Jaringan
komputer adalah sebuah sistem yang terdiri dari atas komputer-komputer yang di
desain agar bisa berbagi sumber daya, berkomunikasi, dan dapat mengakses
informasi. Tiap komputer, priter atau pariferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer bisa
memiliki du, puluhan, ribuan, bahkan jutaan node.
Jaringan
komputer dibagi menjadi beberapa kklasifikasi:
- Klasifikasi
pertama jika dilihat dari Geogerafisnya di bagi menjadi 3, yaitu yang pertama
adalah jaringan wilayah lokal atau local are network (LAN), LAN sendiri merupakan
jaringan sendiri didalam gedung atau tempat yang jaraknya antara 1 hingga 10
kilometer. Yang kedua adalah jaringan wilayah metropolitan atau Metropolitan Are Network (MAN), ini sendiri
merupakan perluasan dari LAN yang biasanya menghubungkan hingga mencakup satu
wilayah kota ataupun tempat yang berjarak antara 10-50 kilometer. MAN
menggunakan serat optik sebagai kabel transmisinya. Untuk yang ketiga adalah
jaringan wilayah luas atau Wide Area Network (WAN). WAN menghubungkan tempat
yang sangat luas seperti kota dengan kota, pulau dengan pulau dan bahkan tiap
benua. Media transmisi utama WAN adalah Satelit, namun masih banyak juga yang
mengandalkan serat optik antar negara.
- Klasifikasi
yang kedua adalah berdasarkan fungsinya, terbagi menjadi 2 yaitu yang pertama
adalah klien-server (client-server), jaringan ini pada dasarnya ada satu
komputer yang disiapkan sebagai server dari komputer lainnya yang sebagai
klien. Semua permintaan sumber daya dari komputer klien harus melalui komputer
server, karena si komputer inilah yang akan mengaturnya. Apabila terlalu banyak
permintaan, siapkan lebih dari satu komputer sebagai server sehingga ada
pembagian tugas. Yang kedua adalah peer
to peer yaitu selain menjadi klien sekaligus menyediakan sumber daya jaringan.
- Yang
ketiga dari topologi jaringan. Topologi jaringan merupakan tampilan fisik yang
menggambarkan penempatan komputer-komputer di dalam jaringan. Pemilihan
topologi sangatlah penting di dalam pemasangan jaringan komputer, karena setiap
topologi memiliki kelebihan maupun kelemahan masing-masing. Topologi jaringan
di bagi menjadi empat:
- Topologi
Bus, menghubungkan beberapa komputer dengan satu atau beberapa kabel seperti
gambar dibawah ini
Keuntungan
menggunakan topologi ini adalah mudah diimplementasikan dan dipahami. Sedang kekurangannya
adalah jika terdapat kerusakan disepanjang kabel utama maka akan terjadi
gangguan kesemua jaringan.
- Topologi
bintang/star, yaitu menhubungkan beberapa komputer dengan kabel yang terpisah
ke suatu unit pusat, biasanya menggunakan Hub atau Switch.
Keuntungan
menggunakan topologi ini adalah jika terjadi kerusakan pada salah satu potongan
kabel atau satu komputer maka tidak akan mempengaruhi koneksi komputer yang
lain. Kekerungannya adalah boros kabel dan jaringan tergantung pada terminal
pusat.
- Topologi
Cincin/Ring, merupaka topologi jaringan yang menghubungkan beberapa komputer
dalam satu lintasan yang kedua ujungnya dihubungkan hingga membentuk sebuah
cincin.
Kelebihan
topologi ini banyak di gunakan di kampus-kampus atau gabungan gedung-gedung
untuk menciptakan sebuah jaringan tulang punggung (backbone) berkecepatan
tinggi. Sedang kelemahannya apabila ada kerusakan pada salah satu komputer akan
berpengaruh terhadap jaringan secara keseluruhan.
- Topologi
Mesh, dalam topologi mesh (saling berhubungan), setiap komputer di dalam
jaringan memiliki lintasan-lintasan data berlebihan.
Kelebihannya
adalah topologi mesh memberikan fault tolerance jika kabel, hub, switch atau
komponen jaringan lain rusak atau bermasalah, dan data dapat dikirim melalui
lintasan alternatif. Topologi mesh banyak di gunakan di dalam jaringan backbone
besar di mana masalah pada suatu switch atau router akan mengakibatkan sebagian
jaringan down.
- Topologi
Pohon/Tree, merupakan gabungan karakteristik antara topologi bus dan topologi
bintang.
Kelebihan
menggunakan topologi ini adalah dapat terbentuknya suatu kelompok yang
dibutuhkan pada setiap saat, sedangkan kelemahannya adalah apabila simpul yang lebih tinggi
kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya
juga menjadi tidak efektif.
- Topologi
linear, jaringan ini biasa disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini
termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan
(komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T
dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator). Penyambung
yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari
Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel
yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi
bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat
terdiri dari 5-7 komputer.
Kelebihan
menggunakan topologi ini adalah hemat kabel, tata letak kabel sederhana, mudah
dikembangkan, tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun pengurangan
penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan, sedangk
kelemahannya deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu lintas
tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila jumlah
pemakai bertambah, dan diperlukan pengulang (repeater) untuk jarak jauh.